Kampus mengajar adalah bagian dari program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. “Saya berharap mahasiswa program kampus mengajar yang turun ke pelosok negeri dapat menguatkan literasi dan numerasi siswa. Kehadiran mahasiswa sudah dinantikan oleh para guru dan siswa-siswi SD atau SMP untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah yang masih terakreditasi C. Anda sekalian bisa menjadi bagian dari sejarah baru dunia pendidikan di Indonesia,” ujar Nizam.
Program kampus mengajar angkatan 2 dilaksanakan kurang lebih 1 semester terhitung sejak tanggal 2 Agustus 2021 sampai 22 Desember 2021. Antusiasme mahasiwa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ataupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah naungan Kemendikbudristek, kurang lebih ada 22.000 mahasiwa telah dinyatakan lolos dalam mengikuti program kampus mengajar angkatan 2 yang terbagi menjadi dua sasaran yaitu pada tingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 3.251 mahasiswa dan pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 342 yang akan mengabdi di 34 provinsi seluruh Indonesia.
Paristiyanti mengatakan, “Kami sangat yakin, mahasiswa yang mengikuti kampus mengajar angkatan 2 ini akan memberikan manfaat luar biasa kepada para siswa di SD dan SMP yang sedang rindu inspirasi. Dan semoga para mahasiswa dan DPL dapat menginspirasi bahwa bekerja dan belajar di perguruan tinggi betul-betul akan memberikan senyuman manis ibu pertiwi kepada para siswa.”
Fokus utama program kegiatan yang dilakukan adalah meningkatkan literasi dan numerasi kepada siswa di SD Negeri 6 Jimbung sebagai tempat mengabdi dalam mengikuti kampus mengajar angkatan 2. Kegiatan literasi dan numerasi dilakukan terhadap siswa kelas rendah yaitu kelas 1 sampai kelas 3, dengan membuat kelompok kecil perkelas yang dilakukan diluar jam pelajaran. Kegiatannya seperti: untuk kelas 1 dan kelas 2 menggunakan media tutup botol bekas yang ditulis huruf abjad, sehingga siswa dapat menyusun menjadi kata atau kalimat yang utuh. Sedangkan kelas 3 dengan menyimak video dari YouTube tentang cerita rakyat atau legenda, kemudian siswa akan diberikan kuis terkait isi cerita; mendengarkan dogengeng; dan menulis kembali isi cerita yang telah disampaikan menggunakan bahasa sendiri.
| Kegiatan literasi |
Selain itu saya juga membuat program kerja terkait prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yaitu, membuat pohon literasi dan puzzle literasi. Pohon literasi adalah sebuah media sederhana yang dapat digunakan untuk menuliskan identitas siswa, cita-cita, dan sifat mulia yang harus dilakukan oleh siswa. Pembuatan pohon literasi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa, melatih kreatifitas dan mengembangkan ide siswa. Sedangkan, melalui puzzle literasi, siswa diminta untuk menyimak dua video yang berbeda dari YouTube, seperti Asal Uusl Rawa Pening dan Si Kancil dan Buaya. Kemudian, siswa akan menempelkan puzzle yang telah diacak untuk disusun menjadi sebuah cerita yang tuntut. Puzzle literasi bertujuan untuk melatih daya ingat dan mengasah logika siswa.
| Pembuatan proker pribadi |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar