Wisata Rowo Jombor Salah Satu Sasaran PPKM Darurat Covid-19
Klaten – Satgas Covid-19 menerapkan PPKM darurat di sejumlah tempat wisata Klaten pada Senin (5/7/2021) mendatang, untuk menurunkan lonjakan kasus Covid-19 di Klaten dengan pengawasan ketat dari sejumlah aparat keamanan seperti TNI, Polri, Satpol PP, dan petugas setempat.
Pandemi Covid-19 yang terjadi di indonesia sampai sekarang masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat indonesia, pada bulan Juni 2021 kasus positif Covid-19 di indonesia mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Lonjakan kasus positif Covid-19 ini disebabkan oleh variasi baru virus tersebut, hingga saat ini menjadi perbincangan masyarakat.
Melihat kondisi tersebut pemerintah mengambil tidakan cepat dengan dilakukannya PPKM darurat di berbagai kota di seluruh indonesia. salah satu daerah yang melakukan PPKM darurat adalah kota klaten. Satgas Covid-19 menerapkan PPKM darurat di seluruh wilayah di kota Klaten serta melakukan permbatasan di titik yang berpotensi menjadi klaster penyembaran Covid-19. Salah satunya adalah pembatasan di sejumlah tempat wisata Klaten pada Senin (5/7/2021) mendatang, untuk menurunkan lonjakan kasus Covid-19 di Klaten didukung oleh pemerintah dengan memberikan pengarahan kepada masyarakat.
Untuk semua wisata di Klaten akan ditutup sementara selama PPKM berlangsung mulai dari 6 Juli sampai 20 Juli 2021 mendatang. Berdasarkan pantauan Satgas Covid-19, kota Klaten telah menduduki zona merah yang artinya setara dengan daerah paling banyak untuk penularan kasus Covid-19. Salah satu wisata yang akan diberlakukan PPKM adalah Rowo Jombor yang berada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.
“Dalam menerapkan PPKM darurat di Rowo Jombor, kami menutup pintu masuk Rowo Jombor mulai dari kemarin (30/6), hal ini dilakukan untuk mencegah wisatawan yang susah diatur masuk kawasan tersebut,” ucap petugas Rowo Jombor Riyanto.
Namun begitu, beberapa akses jalan di daerah Rowo Jombor tidak ditutup sepenuhnya warga masih bisa melewati jalan tersebut walaupun hanya setengah jalan yang dibuka. “Kita tutup jalannya agar tidak ada orang yang berani masuk” imbuh Riyanto.
Untuk menambah ketertiban masyarakat selama PPKM berlangsung Pemkot Klaten koordinasi bersama dengan Satpol PP dan juga petugas Rowo Jombor melakukan pemantauan terhadap beberapa wisata. “Kita akan melakukan penertiban kepada pedagang di area Rawa Jombor yang masih berjualan melebihi pukul 20.00 WIB sesuai ketentuan yang ada” kata Riyanto.
Seperti yang diketahui, Rowo Jombor merupakan salah satu objek wisata yang memiliki potensi menarik banyak orang. Disana wisatawan akan dimanjakan dengan sejumlah warung apung yang beragam, ada juga gethek yang dihiasi sehingga sangat menarik, dan beberapa jajanan tradisional. Apalagi di pinggiran Rowo Jombor telah disediakan tempat yang dapat digunakan untuk pedagang kaki lima atau angkringan.
“Dahulu sebelum PPKM Pemkot Klaten
terlebih dahulu menerapkan aturan berupa menutup tempat wisata pada hari
Sabtu-Minggu, namun sekarang setelah lonjakan Covid-19 meningkat Pemkot Klaten
menutup seluruh wisata yang ada” kata Purnomo.
Untuk memastikan bahwa masyarakat kota Klaten patuh terhadap aturan diberlakukannya PPKM darurat untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 khususnya di Klaten. Pemerintah menghimbau agar masyarakat untuk memahami kondisi saat ini, karena Klaten menjadi salah satu kota yang memiliki angka penyebaran kasus Covid-19 paling tinggi. Pemerintah akan bertindak tegas kepada masyarakat yang masih bandel terhadap aturan yang berlaku dan tidak segan-segan untuk memberikan sanksi bagi yang melanggar.
Dengan dilakukan PPKM darurat tersebut
di harapkan masyarakat Klaten tetap menjaga protokol kesehatan yang ada
sehingga kasus Covid-19 yang terjadi di kota klaten mampu mengalami penurunan
dan pandemi ini segera dapat berakhir.
